Judul : Hakikat Manusia dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam
Penyusun : Ani Ma’muroh (2425.100006),
Muhammad Dafi Milad (2425.100007),
Tsaniya Haq Rahmal Maula (2425.100033)
Isi :
Makalah ini membahas tentang hakikat
manusia dalam pandangan filsafat pendidikan Islam, dengan menekankan bahwa
manusia memiliki dimensi jasmani dan rohani yang saling melengkapi. Dalam
Islam, manusia disebut dengan istilah seperti al-basyar, al-Ins, dan al-Insân
yang masing-masing menunjukkan sisi biologis, sosial, dan spiritual manusia.
Menurut filsafat pendidikan Islam, manusia
adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki potensi fitrah, akal, kalbu, dan
syahwat. Pendidikan Islam bertujuan untuk mengembangkan potensi ini secara
seimbang agar manusia dapat menjalankan fungsinya sebagai hamba Allah (ʿabd)
dan khalifah di bumi (khalifatullāh).
Pendidikan Islam, oleh karena itu, tidak
hanya berorientasi pada aspek intelektual, tetapi juga spiritual dan sosial.
Tujuannya adalah membentuk insan kamil (manusia paripurna) yang memiliki
kesadaran akan tanggung jawab kepada Tuhan dan sesama. Proses pendidikan harus
mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum serta berbasis pada nilai-nilai
tauhid dan akhlak mulia.
Adapun metode yang dianjurkan mencakup
pendekatan holistik, integratif, dan kontekstual. Peran guru tidak hanya
sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai uswah hasanah (teladan baik).
Pendidikan berbasis ibadah dan pengabdian menjadi fondasi dalam membentuk
manusia yang bertanggung jawab secara spiritual dan sosial.
Kesimpulannya, filsafat pendidikan Islam
memandang manusia sebagai makhluk unik yang memerlukan bimbingan pendidikan
agar dapat menjalankan fungsi spiritual dan sosialnya. Dengan pendidikan Islam
yang komprehensif, manusia diharapkan menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas
intelektual, tetapi juga kuat iman, berakhlak, dan berkontribusi positif dalam
kehidupan bermasyarakat dan berperadaban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar